Deru Angin Malam

 Deru Angin Malam

~rahma~


Denting bergema diruang kosong itu

aku sadar itu hanyalah angin yang berlalu.

Meraba dinding yang penuh retak

tak bisa kulihat hanya batin yang merasa sebak.

Aku kikuk dalam sendiri dan mencari

mencari dan masih mencari.

Deru angin membawa susasana malam 

menghakimi, terjerembab, biarlah terpendam.

Tiada kupeduli lagi, biar kesakitan itu menggerusnya

biar-biarlah kujaga malam yang merajuk pada fajar yang memeluk tawanya.


Komentar

Postingan Populer