MENCOBA BERTERIMA KASIH UNTUK DIRI SENDIRI

 MENCOBA BERTERIMA KASIH UNTUK DIRI SENDIRI

    Seusai hari yang dijalani, diri ini selalu ingin bercerita tentang apa yang dirasa. Semua yang terlihat sering membuat psikis dan fisik menjadi lelah dan lemah. terlalu banyak menyerap energi negatif pada setiap orang menjadi magnet. Seolah menyerap rasa sakit yang mereka miliki menjadikan diri ini pribadi yang tampil berbeda pada setiap orang. Percaya atau tidak tanpa kita sadari kita hanyalah kita yang biasa saja seperti yang terlihat tapi di lain sisi banyak yang menilai kamu punya nilai lebih dibanding mereka. Sadar enggak sih sob, diri loe itu spesial di mata beberapa orang yang kadang enggak mungkin aja mereka bakal kagum sama loe. Punya kecakapan komunikasi dan mendengar adalah kemampuan yang enggak dimiliki semua orang tapi loe punya hal itu. Hal yang menurut loe biasa aja tapi menurut orang lain loe punya intelektual dalam bersosial dengan siapapun. Tanpa kita sadari musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. why? karena kebanyakan dari kita terlalu sering menghakimi diri kita sendiri. Beranjak dari hal kecil, misal loe mau ngadepin sesuatu yang belum tau gimana hasil dari tindakan loe sendiri. Respon yang diberikan pikiran saat itu untuk beberapa orang adalah rasa takut, cemas dan debar jantung yang berlebihan dan nafas yang seolah tercekat. Gue juga sering ngalamin hal yang sama. kalo loe tanya solusi akan hal itu, gue enggak punya jawaban akan hal itu. Walaupun hal itu menakutkan bahkan kadang bikin loe pengen mati seketika itu hal pertama yang mesti loe lakuin adalah loe harus percaya. 

    Percaya semua akan baik-baik saja. percaya loe  bisa, percaya waktu itu akan berlalu dan loe bakal mampu selesai sama hal yang loe lakuin saat itu atau untuk hal yang loe pilih. Punya penyakit mental itu, bukan keinginan setiap pribadi, justru penyakit mental muncul karena rasa percaya itu hilang. Sejauh ini opini seperti itu seolah benar. Setiap mereka kosong dan merasa sepi mereka sering lupa percaya sama tuhan kalo mereka selalu dijaga banyak malaikat disekelilingnya. Gue punya cerita, punya teman yang luar biasa kuat dan sabar ngadepin parents yang punya gangguan kesehatan mental dan harus konsumsi obat, dan buat dapetin hal itu bagi dia nggak mudah karena untuk menyambung hidup dia mesti jualan gorengan punya orang yang untungnya nggak seberapa menurut gue tapi berarti banget bua dia. Dia anak sulung perempuan dan punya adik perempuan yang usianya enggak jauh beda sama dia.Hal yang mengejutkan bagi gue adalah adiknya justru tinggal dengan orang lain supaya meringankan hal yang mestinya bukan kewajibannya untuk jadi tulang punggung. Sedari kecil mereka nggak tau ayahnya kemana, seingat dia ayahnya punya riwayat penyakit mental yang sama. Btw, gue kenal sisulung itu dari bangku SMA dan dia orang yang baik dan pengertian sebagai seorang kakak dan teman. Singkat cerita, beberapa tahun udah enggak komunikasi sama dia, ternyata dia udah tinggal satu kota sama gue. Kesibukannya waktu itu jagain outlet konter kecil dikota. Sambil jagain ortu dan adiknya tadi ya kuliah.

    Setahun dikota, dia ketemu keluarga kandung dari pihak ayahnya, kabar yang memilukan ternyata sang ayah sudah berpulang pada ilahi. Pahit memang tapi itulah kabar kehidupan siap tidak siap kita harus selalu siap mendengar hal itu. Hal yang enggak bakal gue sangka. Allah itu maha ajaib untuk hambanya yang percaya sama kasih sayangnya. Selang beberapa tahun dia ngundang gue ke acara nikahannya, tapi gue sempat hadir entah sibuk apa waktu itu. dan sekarang dia punya keluarga kecil dan seorang putri yang cantik. Hal yang enggak gue duga juga adiknya juga nikah setahun setelah sulung nikah. Mereka terlihat bahagia, benar kata kartini " sehabis gelap terbitlah mantan eh.. terang maksudnya. Setiap kita punya sisi gelap dalam kehidupan dan sebaliknya kita juga punya cerita sisi gelapnya. Belajar dari sulung, banyak hal yang dapat gue ambil dari jalan cerita hidup si sulung. Dia enggak pernah ninggalin orang tuanya dalam kondisi apapun. Baktinya luar biasa apapun dia lakuin buat keluarga kalo kata ibu gue, kaki jadi kepala-kepala jadi kaki. Apapun itu itu dia punya jiwa yang besar untuk parents-nya dan adiknya. Bahkan sebagai teman gue pengen banget ucapin  kata terimakasih karena udah ngasih pelajaran hidup akan sabar dan berjiwa besar untuk apapun itu.

    Menurut loe, apakah kita perlu berterima kasih sama orang lain? atau enggak sama sekali. Menurut gue nih sob, hidup itu belajar melihat, mendengar, merasakan, memahami barulah menerima apa yang kita dapati tentang kehidupan. Terutama ucapin dan lakuin hal itu sama diri loe sendiri. lihat dengan mata, dengar dengan telinga, rasa dengan hati, dan pahami dan terima dengan pikiran logika yang kadang banyak yang enggak sesuai dengan ekspetasi pikiran kita sendiri. Kita sering lupa bilang makasih sama diri kita sendiri, padahal fisik dan psikis loe juga pengen diterima dan di apresiasi bahkan mereka juga capek nemenin kita berjuang. Jangan bersikap seolah loe baik-baik aja. Loe manusia baik, tapi kenapa loe enggak bisa baik sama diri sendiri. Mikir nyakitin diri sendiri aja udah salah apalagi milih bunuh diri. Emang seberapa banyak amal yang loe punya buat nyogok tuhan buat masuk surga atau loe punya orang dalem disana. Apapun kondisinya tetaplah jadi manusia kuat ya, jauh-jauh deh pikiran yang kaya gitu. mending loe cari media yang sa ngalihin pikiran loe ke arah yang positif. Ingat loe bisa journal dimana aja, loe bisa nulis dibuku atau media digital yang bisa bantu lu sedikit meluapkan apa yang loe rasa.

    Sejauh gue napakin hidup banyak juga jiwa yang kosong gue temuin bahkan hidup mereka seolah mau selesai aja dengan cara nyakitin diri, mulai dari gores tangan, ngurung diri dikamar, lari dari rumah, terjun dunia bebas pake terjun payung, ya beragam dan masih banyak lagi yang masih jadi misteri. Setiap kita punya keluarga yang berbeda tapi kita punya kesamaan luka untuk menjadi alasan berbagi cerita. Buat loe yang lagi diposisi itu semangat ya dan jangan lupa berterimakasih sama diri loe sendiri kalo bukan diri lo sendiri siapa lagi yang loe tunggu buat apresiasi hal yang loe banggain dan loe capai sendiri. Makasih ya, karena udah bertahan sejauh ini. Loe anak kuat, loe luar biasa, loe pahlawan buat hidup loe sendiri. Gue tau loe lelah, mau satu galaksipun nyemangatin percuma karena semangat itu cuma ada diruang pikiran yang masih loe gembok sendiri. Ayo buka gembok itu mulai sekarang cari jalan buat loe sendiri lewat cara loe. Kalo loe butuh teman buat cerita loe bisa berbagi sama gue lewat komentar dicerita ini atau lewat email gue langsung ya son. Jangan merasa sendiri ya. Coba mulai dari hal kecil dari diri sendiri. Misal menutup rasa kecewa dan memerimanya. Semangat ya.

Komentar

Postingan Populer